WORKSHOP PRA NIKAH | YANG AKU MAU BELUM TENTU YANG ALLAH RIDHOI. MASIHKAH LAYAK AKU BERHARAP?

25 حزيران/يونيو 2025

KORDAIS NUSA | Pekalongan, 18 Mei 2025 – KODAIS NUSA menggelar Workshop Pra Nikah bertema “Yang Aku Mau Belum Tentu yang Allah Ridhoi. Masihkah Layak Aku Berharap?” di Kampus 2 UIN Gusdur Pekalongan. Menghadirkan Bapak M. Dzikrullah Faza, Lc., M.Irkh sebagai narasumber, acara ini menggugah peserta untuk merefleksikan kembali makna jodoh, harapan, dan ketetapan Allah.

Bidang Kajian dan Kemuslimahan UKM Korps Dakwah Islam Nusantara (KODAIS NUSA) kembali menghadirkan ruang reflektif dan edukatif bagi para mahasiswa dan masyarakat luas melalui Workshop Pra Nikah bertema “Yang Aku Mau Belum Tentu yang Allah Ridhoi. Masihkah Layak Aku Berharap?”.

Kegiatan ini diselenggarakan pada Ahad, 18 Mei 2025, pukul 09.00–11.45 WIB, bertempat di Ruang 3.7 Gedung FUAD Kampus 2 UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Workshop ini diikuti oleh pengurus, anggota aktif KODAIS NUSA, serta peserta dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Workshop diawali dengan pembukaan dan sambutan dari panitia serta perwakilan pengurus KODAIS NUSA. Suasana khidmat menyertai pembukaan acara yang menjadi titik awal dari pembahasan mendalam tentang pernikahan, harapan, dan ketetapan ilahi.

Sebagai narasumber utama, hadir Bapak M. Dzikrullah Faza, Lc., M.Irkh, yang dengan hangat dan lugas menyampaikan materi terkait realitas jodoh dalam perspektif Islam. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para peserta untuk menyadari bahwa tidak semua keinginan manusia dalam urusan cinta dan pernikahan selaras dengan apa yang Allah ridhoi.

Beliau menyampaikan bahwa dalam perkara hati dan rumah tangga, keikhlasan dalam menerima takdir, kesiapan mental, dan penguatan spiritual adalah pondasi penting yang tidak bisa diabaikan. Dengan membawakan kisah-kisah relasional serta kutipan dari Al-Qur’an dan hadis, materi terasa hidup dan membumi.

Diskusi berjalan hangat, beberapa peserta menyampaikan keresahan pribadi seputar proses memilih pasangan, rasa kecewa terhadap harapan yang belum terwujud, serta cara memperkuat ikhtiar tanpa menggantungkan diri pada ekspektasi duniawi.

Acara ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar ilmu yang didapat menjadi bekal dalam menapaki kehidupan yang lebih matang, baik secara emosional maupun spiritual. Kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran baru bahwa urusan jodoh bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang ridha dan takdir dari Sang Pencipta.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree