Pada edisi kali ini, NGOWAH mengangkat tema yang sangat relevan dengan kehidupan sosial-keagamaan generasi muda, yaitu “Superior Karena Nasab: Runtuh Karena Akhlak.” Tema ini dipilih untuk mengajak para peserta memahami bahwa kemuliaan sejati tidak ditentukan oleh garis keturunan, status sosial, ataupun latar belakang keluarga, melainkan oleh akhlak dan kualitas diri seseorang.
Acara ini menghadirkan Mauli Ghina Ulwiyah, selaku Kepala Bidang Kajian dan Kemuslimahan Kordais Nusa, sebagai pemateri utama. Dengan penyampaian yang lugas, hangat, dan mudah dipahami, beliau menjelaskan bagaimana Islam menempatkan akhlak sebagai tolok ukur kemuliaan, serta bagaimana kesombongan karena nasab dapat meruntuhkan kehormatan seseorang. Mauli juga menekankan pentingnya membangun karakter melalui ilmu, adab, dan perilaku sehari-hari sebagai bentuk implementasi dakwah yang nyata.
Diskusi dipandu oleh Nur Ahmad Syarif H., anggota aktif Kordais Nusa, yang mengarahkan alur pembahasan tetap mengalir dan interaktif. Berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta semakin memperkaya dialog, menjadikan sesi NGOWAH ini hidup dan penuh energi positif. Suasana kantin kampus sore itu berubah menjadi ruang inspirasi yang memadukan santai, edukatif, dan penuh nilai dakwah.
NGOWAH edisi ini diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa bahwa kemuliaan tidak diwariskan, tetapi diusahakan. Ketika akhlak menjadi prioritas, maka dakwah akan berjalan dengan lebih lembut, bermakna, dan diterima oleh masyarakat luas. Semoga kegiatan ini terus menjadi wadah pembelajaran, memperkukuh pemahaman Islam, dan menumbuhkan karakter kader dakwah yang rendah hati, cerdas, dan berakhlak mulia.