Workshop kali ini menghadirkan Ustadzah Wita Azqi Fitria, finalis Aksi Indosiar 2025, sebagai pemateri utama. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya kemampuan seorang da’i dalam menulis dan menyusun naskah dakwah yang tidak hanya informatif, tetapi juga inspiratif dan sesuai dengan kondisi sosial masyarakat. Menurut Wita Azqi, seorang da’i harus mampu membaca fenomena yang terjadi di sekitar dan menghubungkannya dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Ia menjelaskan bahwa topik dakwah yang relevan dan disusun dengan struktur yang tepat akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
“Apapun isu yang sedang marak di sekitar kita, pasti ada jawabannya dalam Al-Qur’an. Yang penting, da’i mampu menyajikannya dengan bahasa yang menyentuh dan mudah dipahami,” tuturnya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan teknik penyusunan naskah dakwah dengan model piramida terbalik, yaitu dimulai dari gambaran umum, kemudian mengerucut pada pokok persoalan hingga sampai pada kesimpulan yang jelas dan kuat. Ustadzah Wita juga membagikan tips dan trik agar pesan dakwah dapat tersampaikan secara optimal, mulai dari pengaturan vokal, ekspresi tubuh, hingga kemampuan membangun personal branding seorang da’i. “Seorang da’i harus memiliki power sejak salam pertama. Kuasai panggung, atur intonasi, dan sampaikan dengan percaya diri. Tapi ingat, branding yang dibangun harus mumpuni harus sesuai dengan kemampuan diri dan kepribadian seorang da’i,” pesannya.
Selain membahas teknis penyampaian, pemateri juga menyoroti pentingnya adab dalam berdakwah. Ia menegaskan bahwa humor dalam ceramah boleh digunakan selama tetap menjaga nilai kemanusiaan dan tidak merendahkan siapa pun. “Tujuan utama da’i adalah menyampaikan kebenaran dengan adab dan akhlak. Guyon boleh, tapi harus ada batasnya,” jelasnya.
Acara dipandu oleh Nailatul Thisania, yang bertugas sebagai moderator dan mengarahkan jalannya diskusi dengan suasana yang santai namun produktif. Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berdialog langsung, berlatih menulis naskah dakwah, dan mendapatkan koreksi langsung dari pemateri. Sebagai tindak lanjut, peserta diminta untuk menulis naskah dakwah dengan tema pilihan masing-masing. Naskah yang dinilai terbaik akan mendapatkan reward khusus sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan kemampuan menyusun pesan dakwah yang membumi.
Dengan terselenggaranya Workshop Dakwah ini, diharapkan kader KORDAIS NUSA semakin terampil dalam menulis dan menyampaikan pesan keislaman yang kontekstual, santun, dan penuh hikmah. Sebab, sejatinya kekuatan dakwah bukan hanya pada kefasihan berbicara, tetapi juga pada kedalaman pesan yang disampaikan dan ketulusan hati seorang da’i dalam menyebarkan kebaikan.
WORKSHOP DAKWAH | MENULIS NASKAH DAI : SOLUSI NYATA PROBLEMATIKA UMAT
KORDAIS NUSA | Pekalongan, 12 Oktober 2025 dalam rangka meningkatkan kemampuan kader dalam menulis naskah dakwah yang komunikatif, aktual, dan membumi, UKM Korps Dakwah Islam Nusantara (KORDAIS NUSA) menyelenggarakan Workshop Dakwah bertajuk “Menulis Naskah Da’i yang Membumi: Solusi Nyata untuk Problematika Umat”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 12 Oktober 2025, bertempat di Ex Perpustakaan GPT UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan.