Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 8 September 2025, bertempat di Serambi Gedung Student Center (GSC) UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Pelatihan kali ini menghadirkan Ardiyansah, C.PS, seorang aktivis dakwah dan public speaker, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa seorang Master of Ceremony tidak hanya berperan sebagai pembawa acara, tetapi juga sebagai pengatur ritme, pengendali suasana, dan penjaga energi audiens agar kegiatan berjalan hidup dan berkesan. Lebih lanjut, Ardiyansah menyampaikan beberapa kiat penting bagi seorang MC, di antaranya pengaturan intonasi dan tempo suara, improvisasi dalam situasi tak terduga, penguasaan gestur tubuh, serta kemampuan membangun koneksi emosional dengan audiens melalui gaya bicara yang sopan, komunikatif, dan berkarakter.
Acara ini dipandu oleh Niswah Atqiya Maulidya, seorang anggota Bidang Syi’ar dan Media Kordais Nusa 2025, yang tampil memukau dengan pembawaan ramah dan penuh percaya diri. Ia berhasil menciptakan suasana pelatihan yang hangat dan interaktif, serta mengarahkan jalannya forum dengan rapi dan menyenangkan. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi praktik langsung yang memberikan pengalaman nyata dalam membawakan acara formal maupun non-formal. Setiap peserta juga mendapatkan kesempatan untuk menerima masukan dan evaluasi dari pemateri guna memperbaiki teknik vokal dan ekspresi panggung.
Dengan pendekatan pelatihan yang aplikatif dan menyenangkan, peserta tidak hanya memperoleh teori dasar mengenai peran MC, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung yang memperkuat rasa percaya diri, kemampuan improvisasi, dan kepekaan terhadap dinamika audiens. Pelatihan ini turut menumbuhkan kesadaran bahwa menjadi MC bukan sekadar berbicara di depan banyak orang, melainkan seni berkomunikasi yang memadukan keanggunan tutur, ketegasan sikap, dan ketulusan dalam menyampaikan pesan. Melalui pelatihan ini, diharapkan kader Kordais Nusa semakin terampil, komunikatif, dan profesional dalam menjalankan peran sebagai Master of Ceremony pada berbagai kegiatan dakwah dan acara keislaman. Sebab sejatinya, seorang MC bukan hanya pembawa acara, tetapi juga penyampai nilai, pembangun suasana, dan penyambung makna antara pesan dan pendengar.