Kegiatan Pelatihan Kader Dakwah Mahasiswa adalah program yang bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan untuk menjadi kader dakwah, yang mampu menyebarkan nilai-nilai Islam di lingkungan kampus maupun masyarakat luas. Pelatihan Kader Dakwah Mahasiswa adalah salah satu kegiatan penting yang bertujuan untuk membentuk mahasiswa agar mampu menjadi penyebar nilai-nilai Islam di lingkungan kampus dan masyarakat. Pelatihan selama dua hari yang dilaksanakan di Kampus UIN Gusdur dan di Obyek Wisata Lolong Adventure merupakan kesempatan yang berharga bagi mahasiswa untuk tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga mempraktikkan langsung keterampilan dakwah yang telah dipelajari dalam suasana alam terbuka.
Hari pertama kegiatan berlangsung di GPT ( Gedung Perkuliahan Terpadu ) Kampus 2 UIN Gusdur, di mana suasana akademis sangat mendukung terciptanya atmosfer belajar yang kondusif. Kegiatan dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al Qur’an, sekaligus sambutan dari ketua pelaksana dan ketua umum UKM Korpss Dakwah Islam Nusantara. Pada sesi ini, para peserta mendapatkan penjelasan tentang pentingnya dakwah sebagai kewajiban seorang Muslim dan peran mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat.
Materi utama yang diberikan pada hari pertama mencakup dasar-dasar dakwah Islam, mulai dari Managemen Organisasi, Moderasi Dakwah, Tafsir Dakwah, Public Speaking, dan dakwah Digital. Salah satu sesi yang paling menarik adalah materi tentang dakwah digital, yang mengajarkan mahasiswa cara memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana penyebaran dakwah yang efektif. Hal ini sangat relevan mengingat era digital yang semakin maju, sehingga mahasiswa harus mampu menyampaikan pesan-pesan Islam dengan cara yang sesuai zaman.
Selain itu, ada juga sesi diskusi kelompok di mana calon anggota KORDAIS NUSA diajak untuk merumuskan strategi dakwah yang kreatif dan inovatif. Diskusi ini mendorong setiap peserta untuk berkolaborasi dan saling berbagi pengalaman, sehingga tercipta suasana kebersamaan yang kuat. Kegiatan di kampus diakhiri dengan sosialisasi dari FKKDKN ( Forum Komunikasi Korps Dakwah Kampus ) dan di lanjutkan shalat Maghrib berjamaah.
Obyek Wisata Lolong Adventure, sebuah lokasi wisata alam yang dikelilingi oleh keindahan sungai dan pepohonan di pilih sebagai tempat kedua untuk melaksanakan PKDM. Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan, karena di sinilah peserta dapat langsung mempraktikkan nilai-nilai dakwah dalam suasana yang lebih santai namun tetap penuh makna. Tentunya dengan gemercik air Sungai yang mengalir dan suara khas alam terbuka menambah keseruan dan kehangatan FGD ( forum group Discusion ).
Pada hari ke- 2 acara PKDM di mulai dengan penguatan materi dan mental sebagai langkah awal untuk menuju kader dakwah yang militan dan intelek. SeKemudian peserta PKDM di ajak sejenak merenung mengingat kematian,berserah diri kepada alloh dan mengingat kembali jasa orang tua yang selama ini di berikan tanpa tuntut balas, momen haru pun pecah ketika peserta PKDM di suruh menulis sepucuk surat kata maaf dan penyesalan tidaak berbakti kepada orang tua. Tidak hanya itu, suasana alam di Lolong Adventure juga dimanfaatkan untuk memperkuat spiritualitas peserta. Ada sesi tafakkur alam di mana peserta diajak untuk merenungi kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-Nya. Mereka diberi waktu untuk berzikir, berdoa, dan mengisi hati dengan ketenangan di tengah-tengah alam yang indah. Pengalaman ini memberi kesan mendalam, mengingatkan setiap peserta bahwa dakwah juga harus diiringi dengan kekuatan spiritual yang kokoh.
Tidak ingin berlarut dalam ratapan fana peserta PKDM di ajak untuk melaksanakan outbound yang bertujuan untuk membangun kerjasama tim, kepemimpinan, dan keberanian peserta dalam menghadapi tantangan. Lewat permainan-permainan yang dirancang khusus, peserta PKDM belajar untuk saling mendukung satu sama lain, layaknya tim dakwah yang solid. Aktivitas ini juga mengajarkan bahwa dakwah tidak hanya tentang berbicara di mimbar, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa membangun karakter yang kuat, tangguh, dan siap menghadapi berbagai situasi.
Setelah serangkaian acara di laksanakan pada penghujung acara peserta PKDM kemudian di lantik oleh ketua umum Fitroh Aida Amelia dengan mengucapkan ikrar suci. Pelantikan Korps Dakwah Islam Nusantara merupakan momentum penting yang menandai pengukuhan generasi baru dai-dai yang siap mengemban tugas dakwah di seluruh penjuru Nusantara. Acara ini tidak hanya menjadi seremoni formal, tetapi juga sebuah simbol tanggung jawab besar yang diemban oleh para kader dakwah dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
Momen ini juga menjadi ajang bagi para calon anggota baru untuk memperbaharui niat mereka dalam menjalankan dakwah sebagai ibadah yang mulia. Dengan mengusung semangat kebhinekaan, Korps Dakwah Islam Nusantara berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam menyebarkan Islam yang ramah, toleran, dan menjaga persatuan bangsa. Pelantikan ini diharapkan mampu menciptakan dai-dai yang tangguh, siap mengabdikan diri untuk agama, bangsa, dan negara.
Semangat yang tercermin dalam kegiatan PKDM adalah kekuatan dakwah yang memadukan ajaran Islam dengan kearifan lokal, menjadikan Islam Nusantara sebagai model dakwah yang relevan di tengah pluralitas budaya Indonesia.
Dengan adanya kegiatan PKDM ini diharapkan ilmu yang di dapatkan dapat berguna dmenjadi wadah bagi kader agar memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai dakwah dan manhaj, sehingga mampu menjadi pendakwah yang berkompeten, profesional, dan berintegritas.