LAFESDA merupakan inisiatif yang luar biasa dalam upaya mengembangkan generasi muda yang memiliki pengetahuan agama yang baik dan kemampuan komunikasi yang efektif. Acara ini diadakan sebagai sarana untuk memberikan kesempatan kepada pemuda-pemudi Muslim yang berbakat dalam berdakwah dan ingin menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.
Pada acara lomba, setiap peserta diberikan waktu 7 menit untuk menyampaikan ceramah Islami. Mereka diharapkan mampu memilih topik yang relevan, mengatur alur cerita dengan baik, serta menyajikan pesan-pesan agama dengan cara yang menarik dan memotivasi pendengar. Para peserta dituntut untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan dan mampu menyentuh hati serta memotivasi perubahan positif.
Dalam penjurian lomba, terdapat tiga juri yang terdiri dari para ulama terkemuka dan pakar komunikasi publik. Mereka memberikan penilaian berdasarkan kriteria seperti kejelasan pemahaman tentang agama, kefasihan berbicara, kekuatan argumen, serta daya tarik dan keberlanjutan pesan yang disampaikan. Keputusan para juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Peserta lomba menunjukkan kualitas dan bakat yang luar biasa dalam menyampaikan ceramah Islami. Mereka mampu menggugah emosi pendengar dengan keindahan kata-kata dan penyampaian yang mengena. Topik ceramah yang diangkat pun sangat beragam, mulai dari pentingnya menjaga kebersihan hati, menjalin hubungan yang baik dengan sesama, hingga menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan agama.
Kordais Nusa UIN Gus Dur mewakilkan 3 peserta dalam ajang yang bergengsi tersebut. akan tetapi, dari peserta sebanyak 32 orang hanya dipilih 5 peserta saja yang diperbolehkan masuk final. sayangnya, jagoan dari Kordais Nusa tidak bisa mengimbangi kualitas dari peserta lainnya yang lebih baik. Dalam lomba ini, peserta dapat belajar dari pengalaman dai-dai lainnya, mengembangkan ide-ide inovatif, melatih keterampilan berbicara di depan umum, dan memperluas jaringan. Dengan adanya lomba dai, diharapkan para dai muda dapat menjadi duta agama yang lebih efektif dan membawa manfaat positif bagi masyarakat.